STUDI KELAYAKAN INOVASI PRODUK PADA ARIMASTA SILVER DI DESA CELUK, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR

Anak Agung ELik Astari, Ni Wayan Ari Sudiartini, Ni Luh Putu Ratna Sari

Sari


Di tengah-tengah persaingan usaha sejenis yang sangat ketat, mampu memenuhi keinginan pasar menjadi harapan bagi semua pelaku usaha. Tingginya harga perhiasan perak membuat banyak masyarakat beralih menggunakan perhiasan dengan harga yang lebih terjangkau dan hasil menyerupai perak. Meningkatnya permintaan perhiasan alpaka, menjadi perhatian penting bagi para pengusaha perak. Tidak hanya berfokus pada perhiasan yang sudah ada, Arimasta Silver dituntut untuk dapat berinovasi terhadap produk dengan jenis bahan baku yang berbeda. Melalui studi kelayakan bisnis pemilik usaha dapat mengetahui apakah inovasi produk yang dilakukan pada Arimasta Silver layak untuk dijalankan. Penelitian menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif, data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di Art Shop Arimasta Silver di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Adapun analisis kelayakan menggunakan analisis aspek non-keuangan dengan menganalisis aspek pasar dan pemasaran serta aspek ekonomi dan sosial. Untuk mengetahui peluang bisnis terhadap inovasi produk Arimasta Silver dilakukan analisis SWOT dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada dalam usaha ini. Sedangkan alat analisis yang digunakan untuk kelayakan analisis aspek keuangan menggunakan analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk Arimasta Silver berada pada posisi kwadrand IV dengan posisi kompetitif yang kuat. Dalam metode QSPM diperoleh strategi alternatif yaitu dengan meningkatkan inovasi produk untuk mencapai keadaan keunggulan bersaing yang lebih baik. Berdasarkan hasil analisis dari aspek keuangan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp. 7.155.970, nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah sebesar 13,7%, nilai Profitability Index (PI) lebih besar dari 1 yaitu 1,3%, dengan Payback Period (PP)dari usaha ini selama 2 tahun 5 bulan 2 hari. Dengan demikian, inovasi produk pada Arimasta Silver dikatakan layak dijalankan.


Kata Kunci


Kelayakan Bisnis, Inovasi, Perhiasan, Silver, Alpaka

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ginayar : Jumlah Pengrajin Perak. Diambil dari Data Direktori Disperindag Kabupaten Gianyar

Sunyoto, D. 2014. Studi Kelayakan

Bisnis. Yogyakarta : Caps

Kasmir & Jakfar. 2012. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Jakarta : Kencana

Kotler & Keller. 2016. Marketing Managemen, 15th Edition, Pearson Education,Inc

Kotler, P., & Armstrong, G. 2016. Principle of Marketing (16th ed). North Carolina: Pearson Education Limited




DOI: http://dx.doi.org/10.30736%2Fjpensi.v6i2.692

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



Terindeks pada :

 

    
      

 

 

Creative Commons License
Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi (JPENSI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.